Cover layanan setup offline conversion Google Ads dengan ilustrasi sinkronisasi data CRM ke ads

CRM Conversions Google Ads & GA4

Impor Lead Status & CLV untuk Optimasi Kualitas Lead

Offline/CRM Conversions Google Ads & GA4 adalah paket yang menghubungkan data CRM (status lead, kualitas, CLV/LTV) ke Google Ads dan GA4 supaya bidding & evaluasi performa lebih akurat — bukan cuma hitung jumlah form submit. Kami menyiapkan skema impor, ID matching (GCLID/GBRAID/WBRAID → hash email/phone), dedup key, serta QA dan attribution sanity.Hasilnya, Google Ads bisa mengoptimasi ke qualified lead atau revenue proxy, bukan sekadar event generate_lead biasa. Cocok untuk bisnis yang sudah punya CRM dan ingin menghubungkan spend iklan dengan kualitas lead dan nilai yang sebenarnya terjadi di pipeline.

Mapping Skema Konversi & Status Lead

Definisi Conversion Action & Lead Status

  • Definisi conversion action vs lead status (mis. New, Qualified, Won, Lost).
  • Penentuan mana yang dihitung sebagai konversi utama untuk bidding (Qualified Lead, Won, dsb.).
  • Penyesuaian conversion window & lookback window sesuai cycle bisnis.

Value, CLV & Dedup Key

  • Mapping value/CLV jika tersedia (nominal order, nilai kontrak, atau proxy).
  • Penentuan dedup key (mis. order_id, lead_id, atau kombinasi unik lain).
  • Menjaga agar satu transaksi tidak dihitung dua kali ketika upload berulang.

ID Matching Cascade untuk Offline/CRM Conversions

Primary Matching: GCLID/GBRAID/WBRAID

  • Pemanfaatan GCLID, GBRAID, atau WBRAID yang disimpan di CRM dari klik Google Ads.
  • Menjaga agar ID klik ikut terbawa dari form/landing page ke sistem CRM.

Fallback Matching: Hash Email/Phone

  • Fallback hashed email/phone (SHA-256) jika ID klik tidak tersedia.
  • Normalisasi: lowercase, trim spasi, dan formatting nomor telepon sebelum hashing.
  • Field tambahan seperti nama atau kode pos dapat dipakai sesuai kebijakan internal.

Alur Impor Offline/CRM Conversions ke Google Ads

Template & Alur File

  • Template CSV/Google Sheets siap pakai (kolom ID, status, timestamp, value/currency, dsb.).
  • Opsi manual upload berkala untuk tim yang baru mulai.
  • Opsi schedule upload via Google Sheets → Apps Script ringan untuk otomatisasi sederhana.

Mode Impor: Offline Conversions & Enhanced Conversions for Leads

  • Impor sebagai Offline Conversions dengan click ID (GCLID/GBRAID/WBRAID).
  • Atau sebagai Enhanced Conversions for Leads dengan hashed data.
  • Penentuan struktur conversion action yang tepat untuk tiap mode.

Normalisasi, Hashing & Validasi Consent

  • Normalisasi email/phone: lowercase, trim, format nomor sebelum hashing.
  • Hashing SHA-256 sesuai pedoman Google sebelum dikirim ke platform.
  • Validasi bahwa privacy policy & consent mencakup pengiriman data ter-hash.
  • Rekomendasi minimal untuk wording consent (non-legal advice, tetap mengikuti tim legal Anda).

Attribution Sanity & QA Offline/CRM Conversions

Diagnostics & Match Rate

  • Cek diagnostics di Google Ads untuk status upload & error.
  • Analisis match rate (berapa persen data yang berhasil dipasangkan dengan klik).
  • Identifikasi gagal match, late conversions, dan penyebab umum lainnya.

Perbandingan dengan GA4 & Channel Lain

  • Review perbedaan angka GA4 vs Google Ads (click vs view-through, online vs offline).
  • Insight untuk pelaporan: metrik mana yang dipakai untuk tim performance vs tim sales.

Kualitas Lead & Optimasi Bidding

  • Konfigurasi conversion action berbasis status lead (Qualified, Won, dsb.).
  • Penerapan conversion value / CLV sebagai proxy revenue.
  • Penggunaan conversion adjustments & value rules untuk segment prioritas.
  • Strategi tCPA/tROAS yang mengarahkan budget ke lead yang benar-benar berkualitas.

Batasan Scope & Prasyarat Layanan

Batasan Scope (Ringkas)

  • Integrasi API penuh ke CRM enterprise tidak termasuk (bisa add-on terpisah).
  • Server-side tagging (sGTM) di luar scope (masuk paket T4).
  • Consent/CMP implement detail di luar scope (masuk paket T2).
  • Data cleansing besar & perubahan skema CRM dibahas case-by-case.

Prasyarat

  • Akses Google Ads (Admin) dan GA4 (Editor).
  • Akses ekspor CRM (CSV/Sheets/API ringan) dengan kolom: lead_id/order_id, status, timestamp, email/phone (jika dipakai), value/currency (jika ada).
  • Kebijakan privasi/consent yang memadai untuk pengiriman data yang sudah di-hash.
  • Timeline estimasi 3–6 hari kerja setelah akses & sample data diterima.

Add-ons Tracking & Measurement yang Relevan

  • T2 Enhanced Conversions & Consent Mode v2 – menguatkan sinyal online & compliance.
  • T4 Server-Side Tagging (sGTM) – arsitektur tracking lebih advanced dan terkontrol.
  • Connector CRM spesifik (HubSpot/Salesforce/Zoho) – integrasi lebih dalam ke CRM tertentu.
  • R2 Executive Dashboard (Looker Studio) – dashboard yang menampilkan performa lead & revenue lintas channel.

Paket & Harga

PaketHargaScope utama
LiteRp1.400.000Mapping skema 1 conversion action (mis. Qualified Lead), template CSV/Sheets, manual upload mingguan, ID matching GCLID + hash email/phone, QA & diagnostics dasar
StandardRp2.200.000Hingga 2–3 status (Qualified/Won), value/CLV opsional, schedule upload (Sheets → Ads via Apps Script ringan), dedup key & late-window handling, attribution sanity + rekomendasi value rules
ProRp3.100.000Multi-status (Qualified/Won/Lost), multi conversion action (lead stage terpisah), CLV/weighted value mapping, fallback matching berlapis (GCLID/GBRAID/WBRAID → hash), exception log & alert dasar, handover playbook + SOP operasional

harga jasa tidak termasuk biaya tool pihak ketiga/CRM berbayar. Integrasi API penuh & workflow kompleks dapat dikutip terpisah sesuai kebutuhan.

Order Offline/CRM Conversions Pelajari Selengkapnya
Jasa Iklan Google Ads Selengkapnya Disini

FAQ

1. Apa itu layanan Offline/CRM Conversions dan apa manfaat utamanya?

Layanan Offline/CRM Conversions menghubungkan data CRM (status lead, kualitas, CLV/LTV) ke Google Ads dan GA4.

Tujuannya supaya:

  • Optimasi kampanye tidak berhenti di “jumlah submit form”.
  • Google Ads bisa belajar dari status lead (Qualified/Won) atau value (CLV/omzet).
  • Evaluasi channel dan campaign lebih nyambung dengan angka bisnis di CRM (closing, revenue, dll.).

Hasil akhirnya: bidding tCPA/tROAS dan evaluasi channel lebih dekat ke kualitas & nilai bisnis, bukan hanya volume lead mentah.

2. Apa saja prasyarat sebelum mulai Offline/CRM Conversions?

Minimal yang perlu siap:

  • Akses Google Ads (Admin) dan GA4 (Editor).
  • Akses ekspor CRM (CSV/Google Sheets/API ringan) yang berisi:
    • lead_id atau order_id.
    • Status lead (mis. New, Qualified, Won, Lost).
    • Timestamp (kapan status terjadi).
    • Email/phone (jika dipakai untuk matching).
    • Value/currency (jika mau pakai CLV atau nilai transaksi).
  • Kebijakan privasi & consent yang mengizinkan pengiriman data yang sudah di-hash ke platform iklan.

Kalau ada gap (misalnya struktur CRM belum rapi), biasanya diawali dengan sesi mapping & penyesuaian template.

3. Data apa saja yang dipakai untuk ID matching, dan apakah aman untuk privasi?

Umumnya, cascade yang dipakai:

  1. GCLID/GBRAID/WBRAID – jika sudah disimpan di CRM dari klik Google Ads.
  2. Fallback ke hashed email/phone (SHA-256) bila izin dan datanya tersedia.
  3. Opsi tambahan seperti nama atau kode pos, disesuaikan dengan kebijakan internal.

Dari sisi teknis privasi:

  • Email/phone dinormalisasi (trim, lowercase, format nomor) lalu di-hash SHA-256 sebelum dikirim.
  • Tidak mengirim PII mentah ke Google Ads, hanya hash sesuai pedoman.
  • Field mana yang boleh dipakai selalu mengikuti kebijakan privacy policy dan arahan legal Anda.
4. Bagaimana alur impor Offline/CRM Conversions ke Google Ads secara praktis?

Secara garis besar:

  1. Mapping skema: conversion action mana yang mewakili “Qualified Lead”, “Won”, dll.
  2. Pembuatan template CSV/Sheets dengan kolom wajib (ID, status, time, value, dsb.).
  3. Normalisasi & hashing (kalau pakai email/phone).
  4. Upload ke Google Ads, bisa manual (upload file) atau terjadwal via Sheets → Apps Script.
  5. Cek diagnostics di Google Ads untuk memastikan impor berhasil dan match rate masuk akal.

Paket Standard/Pro biasanya sudah termasuk setup schedule upload & basic exception handling.

5. Apa bedanya Offline/CRM Conversions dengan Enhanced Conversions atau Conversion Tracking biasa?

T1 – Conversion Tracking GA4/GAds (GTM)

  • Melacak event online (form submit/purchase) secara real-time di website.

T2 – Enhanced Conversions

  • Menguatkan sinyal online dengan hashed data (email/phone) + Consent Mode v2.

T3 – Offline/CRM Conversions (layanan ini)

  • Mengirim hasil akhir di CRM (Qualified/Won/CLV) kembali ke Google Ads sebagai konversi offline, seringkali beberapa jam/hari setelah klik.

Singkatnya: T1/T2 = apa yang terjadi di website, T3 = apa yang terjadi di CRM setelahnya (apakah lead benar-benar bagus / closing).

6. Berapa lama proses implementasi dan seberapa sering data harus diimpor?

Estimasi:

  • Implementasi awal: ±3–6 hari kerja setelah akses & sample data CRM diterima.
  • Frekuensi impor:
    • Bisnis B2B/lead panjang → harian atau beberapa kali per minggu.
    • B2C dengan volume tinggi → bisa diatur lebih sering, tergantung kapasitas data & proses.

Yang penting konsisten: Google Ads perlu aliran data offline yang cukup rutin agar strategi bidding punya sinyal yang stabil.

7. Bagaimana cara Offline/CRM Conversions membantu optimasi kualitas lead & bidding?

Dengan mengirimkan status dan nilai dari CRM:

  • Anda bisa mengatur conversion action khusus “Qualified Lead” atau “Won”, terpisah dari submit form biasa.
  • Bisa menerapkan conversion value / CLV sehingga tROAS mengarah ke revenue proxy, bukan hanya jumlah form.
  • Dapat menggunakan:
    • Conversion adjustments ketika status lead berubah.
    • Value rules untuk menambah nilai pada segment tertentu (mis. industri prioritas).
    • Segmentasi bidding: campaign yang dioptimasi ke Qualified vs yang masih ke All Leads.

Hasilnya: Google Ads “belajar” dari kualitas & nilai aktual di CRM, sehingga budget lebih banyak lari ke traffic yang menghasilkan lead bagus, bukan sekadar banyak.

Review & Testimoni

Ulasan dari pelanggan

Belum ada ulasan.

Tulis ulasan





manfaat jangka panjang
Rp 1,400,000Rp 280,000-80%
  • Produk digital — akses via email/WhatsApp
  • Panduan implementasi selama X hari