Ringkasan Layanan
Enhanced Conversions & Consent Mode v2 adalah paket tracking untuk memastikan sinyal konversi tetap akurat sekaligus patuh regulasi. Kami mengaktifkan Enhanced Conversions untuk lead/e-commerce (email/phone/name di-hash SHA-256 sesuai pedoman) dan menerapkan Consent Mode v2 (Basic/Advanced) melalui CMP, sehingga Google Ads/GA4 menghormati persetujuan pengguna sambil memaksimalkan kemampuan modeling.Fokus: sinyal konversi lebih kuat di era cookie yang makin terbatas, tanpa menabrak kebijakan privasi dan consent. Cocok sebagai upgrade setelah T1 Conversion Tracking GA4/GAds (GTM) beres.
Discovery & Event Map
Audit Form & Event Konversi
- Audit event konversi utama:
generate_lead/purchasebeserta parametervalue,currency,items. - Pemetaan flow funnel: halaman form, thank you page, dan channel utama yang mendorong konversi.
Pemetaan Field untuk Enhanced Conversions
- Identifikasi field yang boleh dipakai EC: email, phone, name, address (sesuai kebijakan internal).
- Normalisasi data (trim, lowercase) sebelum hashing SHA-256 di browser.
- Event map: kapan data dikirim, ke conversion tag yang mana, dan dengan parameter apa.
Implementasi
Metode Implementasi
- Opsi via GTM (template tag Enhanced Conversions) atau gtag (inline).
- Normalisasi → hashing SHA-256 di browser, bukan di server.
- Attach sinyal hashed data ke conversion tag prioritas (lead dan/atau e-commerce).
Mode Lead & E-commerce
- Enhanced Conversions untuk lead (form submit) dan/atau e-commerce (purchase).
- Menjaga keselarasan event antara GA4 dan Google Ads, termasuk value/currency.
Consent Mode v2 via GTM & CMP
Integrasi Sinyal Consent
- Integrasi sinyal:
ad_storage,analytics_storage,ad_user_data,ad_personalization. - Mapping UI CMP (banner/pop-up) ke dataLayer events yang dimengerti GTM.
- Konfigurasi default region (mis. EEA/UK berbeda dari non-EEA bila relevan).
Basic vs Advanced Consent Mode v2
- Basic – request disesuaikan consent, tanpa cookieless pings rumit.
- Advanced – mengirim ping tambahan (cookieless) agar modeling tetap bisa bekerja saat consent ditolak.
- Mode dipilih sesuai kebijakan legal dan risk appetite brand.
Compliance & Brand-Safety
- Checkpoint policy: privacy policy, notice, mekanisme withdraw consent di site.
- Validasi CMP (IAB TCF 2.2 bila tersedia) & firing rules (no PII tanpa consent).
- Rekomendasi wording minimal untuk transparansi tracking (non-legal advice).
QA & Verification
Pengujian Teknis
- Tag Assistant, GA4 DebugView, dan Google Ads Enhanced Conversions diagnostics.
- Uji variasi consent (accept/deny/partial) di berbagai halaman funnel.
- Validasi nilai konversi (value/currency/items) dan status import di Google Ads.
Attribution Sanity
- Review perbedaan GA4 vs Google Ads (click-through vs view-through).
- Rekomendasi pelaporan supaya tim paham “angka mana” yang dipakai untuk evaluasi.
Handover & Dokumentasi
- Dokumen konfigurasi (ID tag, triggers, variabel, consent map).
- SOP publish (flow perubahan di GTM, siapa yang approve, environment yang dipakai).
- Daftar next-steps: kombinasi dengan T1/T3/T4 atau penyesuaian CMP di fase berikut.
Batasan Scope & Prasyarat
Batasan Scope (Ringkas)
- Fokus web implementation (GTM/gtag), bukan app.
- T4 Server-side Tagging (sGTM) → paket terpisah.
- T3 Offline/CRM Conversions (import status/CLV, ID matching) → paket terpisah.
- Perubahan besar front-end/dataLayer dan legal review mendalam di luar scope (bisa dibahas terpisah).
Prasyarat
- Akses GTM (Publish), GA4 (Editor), Google Ads (Admin).
- CMP aktif (atau siap dipasang) + akses konfigurasi.
- Konfirmasi kebijakan internal tentang field apa yang boleh dipakai untuk Enhanced Conversions.
- Timeline estimasi 2–5 hari kerja setelah akses & materi lengkap diterima.
Add-ons Tracking & Measurement yang Relevan
- T1 Conversion Tracking GA4/GAds (GTM) – fondasi event map & conversion tracking.
- T3 Offline/CRM Conversions – import status lead/CLV dan ID matching.
- T4 Server-Side Tagging (sGTM) – arsitektur tracking advanced.
- R2 Executive Dashboard (Looker Studio) – visualisasi data lintas channel.
Paket & Harga
| Paket | Harga | Scope utama |
| Lite | Rp1.100.000 | EC lead atau e-com (1 goal prioritas), Consent Mode v2 Basic, QA dasar (accept/deny), sanity report ringkas |
| Standard | Rp1.700.000 | EC lead + e-com (hingga 2 conversion tag), Consent Mode v2 Advanced, region mapping sederhana, QA 3 skenario, diagnostics Ads + rekomendasi modeling |
| Pro | Rp2.400.000 | EC multi-goal (≤3 tag) + parameter value/currency/items, Consent Mode v2 Advanced dengan region-rules (EEA/UK vs non-EEA), integrasi CMP (TCF bila ada), negative tests & rollback plan, handover playbook lengkap |
Catatan: harga jasa tidak termasuk pemasangan CMP berbayar, legal review, atau integrasi sGTM/CRM (tersedia paket terpisah).
FAQ
Apa itu Enhanced Conversions & Consent Mode v2 dan kapan saya perlu menggunakannya?
Enhanced Conversions & Consent Mode v2 adalah kombinasi fitur Google Ads/GA4 untuk menjaga sinyal konversi tetap kuat di tengah pembatasan cookie dan regulasi privasi.
Anda sebaiknya mempertimbangkan paket ini ketika:
- Sudah punya dasar conversion tracking (T1) namun mulai melihat penurunan signal karena consent/cookie.
- Operasi di wilayah dengan regulasi ketat (mis. EEA/UK) atau menggunakan CMP.
- Ingin modelling konversi yang lebih baik tanpa melanggar kebijakan privasi.
Data apa saja yang dipakai untuk Enhanced Conversions, dan apakah aman/legal?
Enhanced Conversions biasanya menggunakan field seperti email, phone, name, atau address yang sudah Anda kumpulkan secara sah (misalnya dari form).
Dalam implementasi:
- Data dinormalisasi (trim, lowercase) lalu di-hash SHA-256 di browser sebelum dikirim.
- Tidak mengirim PII mentah ke Google; yang terkirim adalah hash sesuai pedoman Google.
- Field mana saja yang dipakai disesuaikan dengan kebijakan internal dan rekomendasi legal Anda.
Kami fokus pada sisi teknis & compliance minimal; untuk keputusan legal tetap mengacu ke tim hukum Anda.
Apa perbedaan Basic dan Advanced Consent Mode v2?
Basic Consent Mode v2:
- Tag hanya menyesuaikan perilaku ketika consent diberikan/ditolak.
- Tidak terlalu agresif dalam mengirim ping tambahan saat consent ditolak.
Advanced Consent Mode v2:
- Mengirim cookieless pings tertentu walau user menolak consent, sehingga modeling masih bisa bekerja.
- Lebih kompleks dan perlu disejajarkan dengan kebijakan legal & CMP.
Mode mana yang dipilih akan dibahas bersama, menyesuaikan regulasi, CMP, dan preferensi brand.
Apakah saya wajib punya CMP dulu sebelum pakai Consent Mode v2?
Idealnya, ya. Consent Mode v2 akan paling berguna kalau sinyal consent datang dari CMP yang terpasang di site Anda.
Dalam praktik:
- Jika CMP sudah ada, kami akan mapping event/variable CMP ke dataLayer & GTM.
- Jika belum ada, kami bisa memberi rekomendasi teknis CMP yang umum dipakai (tanpa menjual lisensi CMP).
Pemasangan CMP berbayar sendiri tidak termasuk dalam paket ini, namun bisa dibahas sebagai pekerjaan tambahan.
Apa dampak Enhanced Conversions & Consent Mode v2 terhadap performa kampanye?
Secara umum, tujuan paket ini adalah:
- Mengurangi “hilangnya” sinyal konversi ketika cookie atau consent terbatas.
- Memberi data yang lebih baik ke mesin bidding (tCPA/tROAS) di Google Ads.
- Mendukung modeling konversi yang lebih stabil, terutama pada traffic berregulasi.
Hasil spesifik bisa berbeda per akun, tapi biasanya terlihat dari stabilitas jumlah konversi yang dicatat dan konsistensi performa bidding.
Berapa lama implementasi Enhanced Conversions & Consent Mode v2 dan apakah ada risiko downtime tracking?
Estimasi pengerjaan 2–5 hari kerja setelah akses & materi lengkap diterima.
Untuk meminimalkan risiko:
- Konfigurasi dikerjakan di GTM preview terlebih dulu.
- Diuji dengan beberapa skenario consent sebelum publish.
- Jika perlu, disiapkan rollback plan (terutama di paket Pro) sehingga bisa kembali ke konfigurasi lama jika ada masalah besar.
Apa bedanya paket T2 ini dengan T1/T3/T4 di cluster Tracking & Measurement?
T1 – Conversion Tracking GA4/GAds (GTM)
- Fondasi: event map, tag, trigger, QA tracking dasar, attribution sanity.
T2 – Enhanced Conversions & Consent Mode v2
- Upgrade sinyal: hashed data untuk EC + pengaturan Consent Mode v2 via CMP.
T3 – Offline/CRM Conversions
- Menghubungkan data CRM (status lead, CLV) ke Google Ads untuk optimasi yang lebih dalam.
T4 – Server-side Tagging (sGTM)
- Arsitektur tracking via server-side container untuk kontrol & reliability yang lebih tinggi.
T1 adalah pondasi, T2 memperkuat sinyal & compliance, sementara T3/T4 memperluas integrasi & infrastruktur tracking.
