Cover layanan mapping remarketing dengan ilustrasi journey dan lapisan audiens bertahap

Remarketing Mapping List & Exclusions

Ringkasan Layanan Remarketing Mapping

Remarketing Mapping adalah layanan perancangan struktur remarketing lintas channel yang berbasis rule-based list: view depth, kategori produk, recency, dan exclusions yang rapi. Tujuannya sederhana: setiap rupiah remarketing yang Anda keluarkan hanya menyasar audiens yang relevan, dengan frekuensi terkontrol, tanpa mengganggu customer yang baru saja beli atau jelas low-intent.

Dengan arsitektur Remarketing Mapping yang jelas, kampanye Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, dan channel lain bisa memakai definisi segment yang konsisten (cold, warm, hot), mudah di-implement di Ads Manager maupun GA4/analytics, dan terdokumentasi rapi untuk tim internal maupun agency.

Komponen Utama Remarketing Mapping

Pemetaan Funnel & Behaviour Signal

Kami mulai dengan memetakan funnel dan sinyal perilaku yang relevan untuk Remarketing Mapping:

  • View depth: hanya homepage vs view kategori vs view PDP vs reach checkout.
  • Product/category interest: kategori, brand, price tier, atau koleksi tertentu.
  • Intent signal: add_to_cart, begin_checkout, initiate_payment, dan purchase.

Semua sinyal ini kemudian kami mapping ke funnel: view → add to cart → checkout → purchase, sehingga setiap segment remarketing punya dasar perilaku yang jelas.

Rule-based List Structure (Segment Remarketing)

Berikutnya, kami merancang rule-based list structure yang menjadi tulang punggung Remarketing Mapping Anda. Contoh segment yang umum dipakai:

  • View PDP 1–2x / 7 hari tanpa add to cart (interest, tapi belum commit).
  • Add to cart tanpa purchase / 3–7 hari (cart abandon yang siap ditarik kembali).
  • View kategori X (premium) / 14 hari untuk audience high-value.
  • High-intent: visit pricing/cart/checkout ≤3 hari terakhir.

Recency window (1, 3, 7, 14, 30 hari, dst.) disesuaikan dengan siklus beli kategori produk dan strategi funnel Anda.

Exclusions & Frequency Guardrails

Agar remarketing tidak terasa “ngejar-ngejar terus”, kami menyusun exclusion rules dan frequency guardrails sebagai bagian dari Remarketing Mapping:

  • Exclude customer yang baru purchase (mis. 7–14 hari) agar tidak disajikan iklan yang sama.
  • Exclude segment complainer/refund jika data tersedia.
  • Exclude low-intent visitor (bounce cepat, view cuma 1 halaman).
  • Kerangka frequency capping & overlap control supaya user tidak di-bombardir iklan dari banyak segment sekaligus.

Hasilnya, frekuensi iklan terasa wajar dan budget remarketing lebih efisien.

Remarketing Matrix per Channel & Use Case

Kami menyusun Remarketing Matrix yang menghubungkan segment → channel → pesan → offer, misalnya:

  • PDP viewers 7D → Display/Meta dengan pesan USP + social proof.
  • Add to cart 3D tanpa purchase → cart recovery dengan urgency / limited stock.
  • Repeat buyer high-value → cross-sell, bundle, atau loyalty offer.

Matrix ini menjadi panduan praktis bagi tim ads dan CRM saat merancang kampanye per segment.

Dokumen Mapping Teknis (Siap Implementasi)

Semua hasil Remarketing Mapping dituangkan dalam dokumen master (sheet/deck) yang berisi:

  • Nama segment dan deskripsi singkat.
  • Rules lengkap: event, recency, kategori, device (bila perlu).
  • Exclusions wajib per segment.
  • Channel yang menggunakan segment tersebut (Google, Meta, TikTok, dsb.).

Dokumen ini dirancang agar bisa langsung diimplementasi di Ads Manager, GA4/analytics, dan tag manager.

Prioritized Action List (30–60 Hari Implementasi)

Di akhir project, Anda mendapatkan Prioritized Action List berisi langkah implementasi:

  • Setup event/parameter yang belum ada (jika diperlukan).
  • Setup audience/segment di setiap platform Ads/CRM.
  • QA dasar: cek volume, recency, overlap, dan kesesuaian rules.

Semua disusun dengan label prioritas High / Medium / Low supaya tim tidak overwhelmed dan bisa mengeksekusi bertahap.

Cocok untuk Brand yang Seperti Apa?

  • Sudah menjalankan ads, tetapi remarketing masih memakai 1 list besar untuk semua orang.
  • Ingin meningkatkan ROAS dengan menargetkan intent & recency yang lebih presisi.
  • Butuh struktur remarketing yang jelas & terdokumentasi untuk tim internal dan/atau agency.
  • Mulai serius mengelola funnel cold–warm–hot lintas channel, bukan sekadar “ngejar semua visitor”.

Paket & Harga

Remarketing Mapping Project Based

Mulai dari Rp3.500.000 per project Remarketing Mapping (tergantung jumlah channel, kategori produk, dan kompleksitas funnel yang dianalisis).

Project dapat dibundling dengan paket Audience Architecture, Setup/Manajemen Remarketing, atau paket Tracking (T1/T2/T3) untuk ekosistem funnel yang lebih menyatu.

Untuk brand dengan banyak negara/region atau stack martech yang kompleks, scope dan harga bisa dikustom setelah sesi discovery singkat.

Order Remarketing Mapping Pelajari Selengkapnya
Jasa Iklan Google Ads Selengkapnya Disini

FAQ

1. Apa itu Remarketing Mapping — Rule-based List & Exclusions?

Remarketing Mapping — Rule-based List & Exclusions adalah layanan untuk merancang struktur segment remarketing lintas channel berdasarkan rules yang jelas: perilaku (view/add to cart/checkout), kategori produk, recency, dan exclusions.

Output akhirnya adalah blueprint segment yang bisa langsung diimplementasi di Google Ads, Meta, TikTok, GA4/analytics, dan tag manager, lengkap dengan prioritas implementasi 30–60 hari.

2. Apa bedanya Remarketing Mapping dengan Setup atau Manajemen Remarketing?

Remarketing Mapping fokus di arsitektur & rules: mendesain funnel, segment, recency, dan exclusions yang ideal untuk bisnis Anda.

  • Setup Remarketing → implementasi awal di akun (campaign/ad group, audience, basic rules).
  • Manajemen Remarketing → retainer bulanan untuk mengelola cadence, burn-window, creative rotation, budget/pacing, sampai incremental lift check.

Banyak klien memilih urutan: Remarketing Mapping → Setup → Manajemen, supaya fondasinya kokoh dan konsisten.

3. Kapan brand saya perlu invest di Remarketing Mapping?

Layanan ini ideal ketika:

  • Remarketing Anda saat ini hanya 1–2 list besar “All Visitors” tanpa bedakan intent.
  • Budget mulai terasa boros, frekuensi tinggi, tapi penjualan tidak naik signifikan.
  • Anda sudah punya data GA4/Ads yang cukup, tapi belum punya segmentasi yang rapi.
  • Tim internal/agency sering bingung pakai audience mana untuk campaign tertentu.

Jika kondisi di atas familiar, Remarketing Mapping biasanya memberi dampak cepat terhadap efisiensi ROAS.

4. Platform apa saja yang dicakup dalam Remarketing Mapping?

Secara umum, Remarketing Mapping dirancang agar bisa dipakai lintas channel utama:

  • Google Ads (Search, Display, Discovery/Demand Gen, YouTube, PMax).
  • Meta Ads (Facebook/Instagram).
  • TikTok Ads dan platform lain yang relevan.
  • GA4/analytics sebagai sumber event & behaviour signal.

Di awal project kami akan menyesuaikan blueprint dengan kombinasi channel yang paling penting untuk bisnis Anda.

5. Data & akses apa yang dibutuhkan untuk memulai Remarketing Mapping?

Minimum yang dibutuhkan biasanya:

  • Akses read ke Google Ads dan/atau platform iklan utama lain (Meta, TikTok, dll.).
  • Akses read ke GA4/analytics untuk melihat event dan perilaku pengunjung.
  • Gambaran funnel dan kategori produk utama (pricing tier, koleksi, dsb.).
  • Informasi singkat tentang persona dan lifecycle (repeat buyer, high-value, dll.).

Jika ada batasan data (mis. regulasi/privasi), blueprint akan disesuaikan dengan guardrail tersebut.

6. Apakah implementasi di Ads Manager & GA4 sudah termasuk?

Secara default, Remarketing Mapping berfokus pada desain arsitektur dan dokumen mapping teknis yang siap implementasi. Namun:

  • Implementasi langsung di Ads Manager/GA4 bisa dimasukkan ke scope dengan paket tambahan (misalnya bundling dengan Setup Remarketing atau paket Tracking T1/T2/T3).
  • Di akhir project Anda tetap menerima checklist langkah implementasi 30–60 hari yang jelas, sehingga tim internal atau agency bisa mengeksekusi sendiri bila diinginkan.

Detail implementasi dan opsi bundling akan dibahas di sesi discovery sebelum project dimulai.

Review & Testimoni

Ulasan dari pelanggan

Belum ada ulasan.

Tulis ulasan





manfaat jangka panjang
Rp 3,500,000Rp 700,000-80%
  • Produk digital — akses via email/WhatsApp
  • Panduan implementasi selama X hari