Ringkasan Layanan
Setup Remarketing Google Ads adalah layanan one-off untuk menyiapkan fondasi remarketing lintas-channel yang rapi dan siap di-scale. Fokusnya pada arsitektur audience & recency window, tagging event (GA4/Google Ads via GTM) yang akurat, serta penyusunan funnel cold → warm → hot lengkap dengan exclusions, frequency guidance, dan brand-safety.
Dengan setup remarketing yang benar, kampanye Display, Discovery/Demand Gen, dan YouTube Anda punya basis audience yang sehat, sinyal event yang jelas, dan funnel yang terdefinisi. Hasilnya: remarketing tidak sekadar “ngejar semua pengunjung”, tapi memberi perlakuan berbeda untuk visitor baru, product viewers, cart abandoners, dan leads/purchasers.
Komponen Utama Multi-Channel
Audience Library & Recency Window
Kami membangun Audience Library yang seragam di GA4 dan Google Ads, supaya semua channel remarketing membaca definisi audiens yang sama. Contoh struktur audience list yang biasanya kami siapkan:
- All Visitors 30/90/540 hari untuk layer remarketing top-level dan eksklusi cold.
- Viewed Product/Key Page (misalnya product/detail/pricing) dengan window 7/14/30 hari untuk menangkap interest yang jelas.
- Add to Cart / Begin Checkout 3/14/30 hari sebagai sinyal high-intent yang siap didorong ke konversi.
- Lead Submitted / Purchase sebagai dasar exclusion (burn-window pasca konversi).
- High-Intent Pages (pricing, contact, demo) 7/30 hari untuk segmentasi pengunjung berkualitas.
- Time-decay buckets (1–3, 4–7, 8–14, 15–30 hari) untuk membedakan HOT vs WARM dan mengatur prioritas exposure.
Dengan struktur ini, funnel remarketing cold–warm–hot di Google Ads punya basis audience yang jelas dan mudah digunakan lintas kampanye.
Tagging & Event Mapping (GA4 + Google Ads via GTM)
Supaya setup remarketing Google Ads benar-benar berbasis data, kami:
- Menyinkronkan GA4 ↔ Google Ads dan memetakan event utama seperti
view_item,add_to_cart,begin_checkout,purchase,generate_leadvia GTM. - Melakukan QA firing & atribut menggunakan Tag Assistant dan GA4 DebugView.
- Mengecek konsistensi UTM agar sumber/medium/campaign terbaca rapi di laporan.
- Mereview status Consent Mode v2 (on/off) dan memberikan rekomendasi pengaturan bila diperlukan.
Hasilnya, audience list remarketing bukan sekadar “All Users”, melainkan benar-benar mencerminkan perilaku view, cart, lead, dan purchase yang relevan dengan funnel.
Funnel Remarketing Cold → Warm → Hot
Kami menyusun desain funnel remarketing yang eksplisit, bukan hanya satu ad group untuk semua visitor:
- Cold: prospecting yang mengecualikan warm/hot & converters, biasanya di kampanye terpisah (Search, Display, Discovery, PMax).
- Warm: pengunjung yang sudah view halaman penting atau Add to Cart / Initiate Checkout dengan recency 4–14 hari.
- Hot: ATC/IC super-recent (1–3 hari) dan cart-abandon, dengan pesan dan tekanan yang lebih kuat.
Di dalam setup ini kami juga menyiapkan:
- Frequency guidance per segment agar audiens tidak di-bombardir iklan.
- Burn-window setelah konversi supaya orang yang baru membeli tidak terus dikejar iklan yang sama.
Campaign Shell & Guardrails Remarketing
Di paket Setup Remarketing Google Ads kami menyiapkan kerangka kampanye remarketing yang siap diaktifkan dan di-manage lebih lanjut:
- 1 kampanye remarketing (pilih salah satu channel utama: Display atau Discovery/Demand Gen; YouTube dapat dimasukkan pada tier tertentu).
- 2–3 ad group (misalnya Warm dan Hot) dengan exclusions yang tepat.
- Setelan brand-safety: inventory/content suitability, topic/placement blacklist awal.
- Dayparting/geo/device dasar, serta rekomendasi strategi budget & bid awal yang realistis untuk fase belajar.
Dengan campaign shell ini, tim internal atau paket M7 bisa langsung melanjutkan manajemen tanpa harus mendesain struktur dari awal.
Handover & Playbook Scale-Up
Setelah setup remarketing selesai, Anda akan menerima Handover & Playbook yang berisi:
- Diagram arsitektur audience dan recency window.
- Daftar event yang digunakan, berikut mapping ke GA4 dan Google Ads.
- Ringkasan funnel cold → warm → hot dan logika exclusions.
- Struktur campaign/ad group remarketing yang sudah dibuat.
- Next-steps untuk scale (misalnya membuka channel kedua, menambah ad group, atau mengaktifkan M7 Manajemen Remarketing).
Dokumen ini memastikan siapa pun yang mengelola akun setelahnya punya peta lengkap tentang apa yang sudah di-setup.
Batasan Scope & Prasyarat Setup Remarketing
Batasan Scope (Ringkas)
- Tidak termasuk manajemen berkelanjutan (naik-turun bid, testing kreatif, scale, dsb.) — ditangani di paket M7 Manajemen Remarketing.
- Produksi kreatif baru (banner/video) di luar scope; tersedia paket C2/C3/C4 Creative Packs.
- Server-side tagging / sGTM masuk ke paket T4.
- Dynamic remarketing e-commerce (atribut lengkap + feed policy) direkomendasikan bersama paket T5 Merchant Center & Feed Advanced bila diperlukan.
- Jika tracking dasar belum tersedia, sangat disarankan mengaktifkan T1 (GA4/Google Ads via GTM) dan T2 (Enhanced Conversions & Consent Mode v2) terlebih dahulu atau paralel.
Prasyarat Setup Remarketing
- Akses Google Ads (admin) dan GA4 (read), serta GTM bila digunakan.
- Landing page aktif dengan privacy policy, terms, dan kontak yang jelas.
- (Opsional) CRM list yang siap dipakai untuk Customer Match dan comply dengan kebijakan Google.
- Estimasi timeline 3–5 hari kerja setelah akses & materi lengkap diterima (di luar waktu review Google).
Paket & Harga Setup Remarketing Google Ads
| Paket | Harga | Scope utama |
| Lite | Rp1.200.000 | Audience dasar (≤12 list), 1 channel (Display atau Discovery), 2 ad group (Warm/Hot), exclusions & brand-safety dasar, 48h early check |
| Standard | Rp1.900.000 | Audience menengah (≤24 list) + time-decay buckets, 2 channel (mis. Display + Discovery atau YouTube), 3–4 ad group, frequency guidance & burn-window, early check 2× (48h/Day-5) |
| Pro | Rp2.700.000 | Audience lanjutan (≤40 list termasuk Customer Match bila tersedia), 2–3 channel (Display + Discovery + YouTube), dynamic filters/advanced exclusions, 7-day monitoring plan + playbook optimasi awal |
Catatan: Customer Match membutuhkan data yang di-hash dan comply; dynamic remarketing memerlukan Merchant Center & feed valid.
Add-ons Remarketing & Tracking yang Relevan
- T1 Conversion Tracking – setup GA4/Google Ads via GTM.
- T2 Enhanced Conversions & Consent Mode v2 – untuk sinyal konversi yang lebih kuat dan kompatibel regulasi.
- C2/C3/C4 Creative Packs – pembuatan aset kreatif (banner/video/discovery assets) untuk remarketing.
- M7 Manajemen Remarketing – retainer untuk optimasi harian, testing kreatif, dan scale funnel cold–warm–hot.
- R2 Executive Dashboard (Looker Studio) – dashboard yang merangkum performa remarketing lintas channel.
FAQ
Apa bedanya Setup Remarketing Google Ads dengan Manajemen Remarketing (M7)?
Apa bedanya Setup Remarketing Google Ads dengan Manajemen Remarketing (M7)?
Setup Remarketing Google Ads fokus di fondasi:
- Menyusun audience list & recency window (30/90/540, view, cart, lead, purchase).
- Mapping event (view_item, add_to_cart, begin_checkout, purchase/generate_lead) di GA4 & Google Ads via GTM.
- Mendesain funnel cold → warm → hot, plus exclusions & frequency guidance.
- Membuat “campaign shell” remarketing lintas channel (Display/Discovery/YouTube) yang siap dipakai.
Setelah fondasi ini beres dan mulai ada data, barulah Manajemen Remarketing (M7) masuk: testing kreatif, scale budget, optimasi bid, iterasi funnel, dan reporting rutin. Setup = bangun & rapikan fondasi. Manajemen = rawat & kembangkan.
Kapan saya perlu jasa Setup Remarketing, bukan sekadar pasang satu kampanye remarketing saja?
Kapan saya perlu jasa Setup Remarketing, bukan sekadar pasang satu kampanye remarketing saja?
Anda sebaiknya pakai Setup Remarketing Google Ads ketika:
- Selama ini remarketing hanya “1 campaign, 1 ad group, target All Visitors saja”.
- Ingin punya funnel yang jelas: pengunjung baru vs viewers vs add-to-cart vs lead/purchase.
- Sudah menggunakan GA4, tapi audience list dan event untuk remarketing belum disusun dengan benar.
- Mau menyiapkan struktur yang kuat dulu sebelum masuk ke retainer Manajemen Remarketing (M7).
Tanpa setup yang rapi, remarketing biasanya hanya “ngejar semua orang yang pernah mampir”, tanpa beda perlakuan antara orang yang cuma lihat homepage dan yang sudah tinggal klik tombol bayar.
Apakah Setup Remarketing Google Ads wajib punya GA4 dan GTM dulu?
Apakah Setup Remarketing Google Ads wajib punya GA4 dan GTM dulu?
Idealnya, iya. Setup Remarketing Google Ads akan paling optimal kalau:
- GA4 sudah aktif dan terhubung dengan Google Ads.
- Tagging event (view_item, add_to_cart, begin_checkout, purchase/generate_lead) lewat GTM bisa diakses untuk dicek.
Kalau tracking dasar belum rapi, biasanya kami rekomendasikan:
- Aktifkan dulu T1 Conversion Tracking (GA4/Google Ads via GTM).
- Pertimbangkan T2 Enhanced Conversions & Consent Mode v2 bila relevan dengan regulasi dan kebutuhan data.
Setup remarketing masih bisa jalan dengan kondisi minimal, tapi kualitas audience-nya akan jauh lebih baik bila tracking sudah benar.
Setup Remarketing ini pakai channel apa saja? Apakah hanya Display?
Setup Remarketing ini pakai channel apa saja? Apakah hanya Display?
Tidak. Dalam scope Setup Remarketing Google Ads, kami menyiapkan fondasi lintas channel dengan pola:
- Minimal 1 channel remarketing aktif (Display atau Discovery/Demand Gen).
- Di paket lebih tinggi, bisa masuk kombinasi 2–3 channel (Display + Discovery/Demand Gen + YouTube).
Yang paling penting: audience & funnel-nya seragam, sehingga ketika Anda jalankan remarketing di berbagai channel, semuanya membaca definisi cold/warm/hot yang sama, bukan pecah-pecah sendiri.
Apakah Setup Remarketing Google Ads ini sudah termasuk dynamic remarketing untuk e-commerce?
Apakah Setup Remarketing Google Ads ini sudah termasuk dynamic remarketing untuk e-commerce?
Belum otomatis. Paket ini fokus pada:
- Audience list berbasis perilaku (view, cart, lead, purchase, dll.).
- Funnel cold–warm–hot dan campaign shell remarketing.
Untuk dynamic remarketing e-commerce (produk tayang dinamis, feed, Merchant Center, dan policy-nya), biasanya diperlukan:
- Merchant Center aktif + feed valid.
- Pengaturan atribut & parameter produk yang sesuai kebijakan.
Bagian ini bisa dikombinasikan dengan paket lanjutan seperti T5 Merchant Center & Feed Advanced, tergantung kebutuhan dan kompleksitas katalog.
Berapa besar budget yang ideal sebelum saya mulai Setup Remarketing Google Ads?
Berapa besar budget yang ideal sebelum saya mulai Setup Remarketing Google Ads?
Tidak ada angka tunggal, tapi rule of thumb-nya:
- Kalau traffic bulanan masih sangat kecil (misalnya di bawah beberapa ratus sesi unik per bulan), audience remarketing akan lambat terbentuk.
- Kalau traffic sudah mulai stabil (ratusan–ribuan sesi/bulan), setup remarketing mulai masuk akal karena list bisa cepat terisi.
Budget iklan tidak harus besar di awal. Yang penting:
- Ada flow traffic yang cukup ke site/landing page.
- Ada komitmen untuk maintain budget remarketing minimal, supaya funnel cold–warm–hot sempat “belajar”.
Setelah Setup Remarketing selesai, apa yang terjadi berikutnya?
Setelah Setup Remarketing selesai, apa yang terjadi berikutnya?
Setelah Setup Remarketing Google Ads selesai, biasanya alurnya:
- Anda menerima dokumentasi lengkap (audience library, event mapping, funnel, campaign shell).
- Kampanye remarketing awal sudah berjalan dengan audience & exclusions yang benar.
- Dalam 1–3 minggu, data mulai terkumpul dan terlihat pola performanya.
Dari situ, ada dua opsi:
- Tim internal Anda lanjut mengelola berdasarkan playbook yang sudah dibuat.
- Atau Anda lanjut ke M7 Manajemen Remarketing agar testing kreatif, scale budget, dan iterasi funnel dilakukan rutin dengan SLA & reporting yang jelas.
Tujuannya: fondasi yang dibangun di Setup tidak berhenti sebagai “sekali jadi”, tapi menjadi landasan remarketing yang terus membaik dari bulan ke bulan.
